Rabu, 12 September 2018

bukber famn 2018


BUKA BERSAMA FAMN

            Kemarin (10/6) bisa jadi adalah hal yang membahagiakan bagi FAMN karena bisa melaksanakan buka bersama kembali, setelah acara buka bersama sekaligus pembentukan FAMN pada 17 juni 2017, dan juga buka bersama dengan KNPI pada kamis kemarin(7/6). Bukber kali ini dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa dari berbagai kampus, ada yang Dari Ponorogo, Madiun, Malang Bahkan Yogyakarta. Wajar saja, karena moment ini digunakan sebagai momen silaturahmi bagi teman-teman FAMN. Acara ini sebenarnya agak sedikit molor dari waktu yang telah dijadwalkan. Tapi syukurlah, karena kemoloran itu kami malah saling membantu. Ada yang menyiapkan nasi dan lauk pauk, ada yang menyiapkan takjil, minuman dan ada juga yang menata parkir hingga sound system. Untunglah menjelang adzan magrib persiapan kami telah selesai.
            Ketika adzan magrib berkumandang kami membatalkan puasa dengan takjil dan minuman yang telah disediakan. Setelah itu mengambil air wudhu dan sholat berjamaah. Dan yang paling ditunggu adalah makan…. Yap, menunya cukup menenangkan perut yang seharian keroncongan. Selesai makan kami mengadakan sarasehan sambil menunggu sholat isya dan tarawih. Sarasehan ini diisi dengan perkenalan, pengenalan pengurus, visi misi dan seluk beluk FAMN, juga bertukar informasi kampus satu dengan kampus lainnya.
            Sedikit kebersamaan kami, setelah sekian lama dipisahkan oleh jarak.

Menggerakkan kaki di atas pedesaan lebih sulit daripada menggerakkan kaki di atas perkotaan.~udin irchamna

tempe kemul mbah minthi


Tempe Kemul Mbah Minthi
Cemilan Lezat dari Atas Awan

            Apa kalian masih ingat dengan tempe jaket yang kita bahas kemarin? Ya, pada dasarnya tempe jaket dan tempe kemul itu adalah dua hal yang sama, hanya saja penamaannya berbeda. ( apalah sebuah nama, yang penting kan rasanya, wkwk.. eits, tapi nama penting juga lho.. kan jadi identitas) sudahlah, tidak usah berdebat masalah itu. Jika kemarin kita telah membahas tempe jaket yang ada di sunggah, sekarang kita akan membahas tempe kemul yang berada di warung mbah Minthi, yang kabarnya tempe ditempat itu tidak kalah enak dengan yang ada di sunggah. Warung mbah Minthi? Dimana itu? Ada yang penarasan, ayo ikuti ceritanya.
            Beberapa bulan yang lalu, saya sempat berkunjung ke warung mbah Minthi yang berada di atas kantor kecamatan ngrayun. Saya  penasaran dengan rasa tempe kemul mbah Minthi yang terkenal enak itu. Tidak menunggu waktu yang lebih lama lagi, saya langsung memesan nasi pecel dengan lauk tempe. Tapi sayang saat itu tidak sempat banyak berbicara dengan mbah Minthi sehingga hanya mendapatkan informasi dari penglihatan saja.
            Eits, sebelum kita membahas lezatnya tempe kemul dan nikmatnya nasi pecel mbah Minthi, ada yang belum tahu apa itu tempe kemul? Yang ngakunya orang ngrayun pasti tau ya,? Kalau nggak tahu ketahuan nih nggak baca edisi tempe jaket kemarin.
            Oke, saya langsung membahas tempe kemul di warung mbah Minthi, tempe dengan irisan agak tebal, belum terlalu jadi (jawane nyumpringi) dengan tepung tipis cukup menggugah mulut untuk terus mengunyahnya. Apalagi jika dijadikan lauk pecel berbalur dengan sambal kacang dan berbagai sayuran, ditambah lagi dengan nasi putih yang masih hangat… yummy… (jadi lapar)
            Oke, suasana di warung mbah Minthi juga begitu asik lho, tempat yang luas dengan suasana yang nyaman menambah betah di tempat itu. Jika kalian bosan didalam, kalian bisa berada di teras sambil melihat kendaraan yang lalu lalang, ditemani dengan semilir angin pegunungan.
            Gimana? Penasaran dengan rasanya? Penasaran dengan tempatnya? Ayo berkunjung segera ke warung pecel mbah Minthi.

Rabu, 18 Juli 2018

Untukmu Lelaki di seberang takdirku


Untukmu Lelaki di seberang takdirku
Oleh : Jarwati


            Kekasih, ketika kini tak dapat kutemui ragamu, tak dapat kudengar suaramu, dan tak lagi kunikmati senyummu, aku tak tau apa yang harus kulakukan, bagiku mengenangmu di meja kedai kopi kegemaran kita adalah bentuk penghambaanku pada kerinduan, aku tau bahwa itu akan sia-sia, namun kuharap kau tak pernah lupa bahwa di setiap cangkir kopi yang kita pesan ampasnya telah menyimpan banyak kenangan.
Pada sesuatu yang sia-sia aku berharap. Ya.. aku berharap! Namun tetap saja tak kutemukan suaramu disana, yang kudengar hanya gaung panjang perpisahan. Mengenangmu adalah upaya terakhirku untuk dapat menemukan suaramu, meski kutau bahwa kata pamit yang diucapkan diammu adalah suara paling hening yang pernah kudengar.
            Kekasih, rindu ini terbentang antara diriku dan ketidakhadiranmu, demi sunyi dan sepi yang bersemayam di nadiku, jika masih ada yang kuharapkan di muka bumi ini, pastilah itu berbentuk kau tetap ada di seberang mejaku; menatapku atau apa saja, agar rinduku tetap bermakna.
            Dimanapun kini kau berada, sedang apapun kau saat ini, aku ingin berkabar bahwa disini ada ragaku yang sabar menanti dan mengharap kau kembali. Aku seperti ini bukan tanpa alasan, aku tak ingin jika nanti diujung penantian kau terus saja demikian hingga aku dilumat habis kesepian pada bimbang yang tak berujung jawaban.
            Ketahuilah kekasih, di setiap sujudku pada Tuhan aku bertanya pada musim apa kita akan dipertemukan. tanpa menangis dan kata-kata manis kau bersepakat untuk perjalananmu, tanpa aku dan kecupku hanya berbekal kata-kata cinta yang terus menyusuri rasa laraku, katamu satu musim saja cukup untuk pergi namun sudah dua musim kau tak kunjung kembali.
            Ah entahlah… yang kutau Tuhan memang sengaja menciptakan perpisahan, agar kenangan mendapatkan haknya, walaupun sejatinya perpisahan itu tak pernah ada sebab kita selalu bertemu di alam lain bernama Do’a.           
                                               
                                                                                                Ponorogo, Juli 2018

Rabu, 04 Juli 2018

Jual beli sekolah

*jual beli sekolah*
By : intelektual bebas

Pamflet, video promosi higga pembagian kursi bagi yang punya duit menandai datangnya proses penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah, Negeri maupun Swasta, tak peduli soal kualitas pendidikannya, sekolah mengejar sertifikat internasional demi gengsi dan nama baik, tak khayal dana digelontorkan sebanyak mungkin demi meraih puja-puji masyarakat. 

Pada situasi lainnya, anak-anak miskin kian meratapi keadaannya, melanjutkan sekolah kerap hanya ilusi sebab dibenturkan keadaan ekonomi, sekolah memang seringkali hanya untuk orang kaya sahaja. Dibalik keadaan pelik inilah, sekolah menghias dirinya penuh kemunafikan, membangun gedung-gedung tinggi sambil menepuk dada. 

Kerap saya terheran-heran dengan sekolah-sekolah swasta yang memaksakan keadaan untuk diakui sebagai sekolah berkualitas, berselingkuh dengan lembaga akreditasi agar diberi bintang tinggi, sungguh potret pendidikan yang semu dan palsu. Seorang mahasiswa berkata kepada saya “sungguh saya heran dengan fakultas, nilaiku yang tinggi tak sesuai dengan ilmu dalam otakku”, demikianlah lembaga pendidikan “memaksa” dirinya berkualitas diantara ketidakbecusan para guru dan dosen. 

Kini penerimaan siswa baru telah dimulai, slogan-slogan telah disampaikan dengan nada indah sambil mengharapkan banyak siswa dan orangtua yang terpikat agar banyak dana yang masuk dalam sekolah, tentu salah satunya adalah sebagai ladang “merampok” para pemangku kebijakan lembaga sekolah. Demi meraih untung banyak, ada banyak petinggi sekolah yang menyiapkan kursi untuk orang kaya. 

Sebagai drama agar disangka adil dan terbuka, sekolah mengadakan tes-tes palsu, yang terpilah adalah yang kaya dan yang sederhana tak akan mendapat kesempatan sekolah. Pola inilah yang berlaku setiap tahun.

Sekolah memang sudah banyak berubah, kini nyaris seluruh lembaga sekolah bersaing “mati-matian” demi mendongkrak popularitas sambil semakin luput membina kualitas. Sekiranya inilah yang disebut komersialisasi pendidikan, lembaga pendidikan tak ubahnya ladang mencari untung rupiah saja sambil melupa untuk mencerdaskan anak bangsa secara paripurna. Pembangunan karakter adalah fiktif! Yang nyata adalah perusakan karakter dan cara pandang anak sedari awal memasuki sekolah.

Selamat datang para siswa baru dalam seluruh kisah palsu di sekolah-sekolah, sekejap lagi anda akan dibentuk menjadi manusia pejabat dan penjahat. Siapkan nyali, yang bertahan dalam arus pendidikan yang menjemukan hanyalah siswa yang melawan dan berani mempertanyakan keadaan!

*Intelektual bebas*

Kamis, 07 Juni 2018

Lestarikan Budaya Nenek Moyang dengan Galungan

Galungan? Nama apa itu? Mungkin itu yang berada di benak kalian setelah membaca judul itu. Oke, disini saya akan sedikit menjelaskan apa itu galungan. Galungan adalah nama salah satu wuku dari wuku yang dipercaya oleh orang jawa. Biasanya di wuku galungan ini diadakan banyak tradisi salah satunya mewarangi keris. Nah, itu tadi adalah pengertian galungan. Sesimpel itu? Iya, kalau mau tahu lebih banyak silahkan cari referensi sendiri ya. Jadi, udah pada tahu kan apa itu galungan. Lalu, apa hubungannya dengan Ngrayun? Seperti yang telah dijelaskan tadi, pada wuku galungan ada budaya mewarangi keris.bankan ada di beberapa tempat lho, diantaranya Dusun Manggis Desa Selur, Dusun Krajan Desa Selur (Sanggar Surya Ndadari), Dusun Guo Desa Wonodadi, Dusun Galih Desa Baosan Lor, Dusun Tunggon Desa Wonodadi. Itulah budaya yang akan kita bahas, karena ternyata di Ngrayun masih melestarikan budaya itu lho… (
Kali ini kami akan sedikit memberikan penjelasan mengenai bagaimana cara mewarangi keris serta hal apa saja yang perlu diperhatikan. Itung-itung sebagai pengalaman untuk kita agar ikut melestarikan budaya bangsa. Fungsi warangan dalam dunia perkerisan adalah untuk mengawetkan bilah keris ataupun tombak agar tidak cepat rusak dan berkarat. Lalu tempat untuk mencuci dan mewarangi keris adalah tempat yang bersih, terhindar dari tiupan angin dan debu, cukup terang karena berdekatan dengan jatuhnya sinar matahari dan yang penting lagi, tempat harus jauh dari anak-anak bermain. Suasananya harus tenang. Keris aja butuh ketenangan, kamu gimana? Fungsi udah, tempat udah, sekarang alat dan bahannya. Alat-alat yang diperlukan yaitu alat untuk merendam keris sebelum dibersihkan, biasanya dari bambu, sikat kasar, sikat halus, kertas penghisap, tinta/kain pengkisap, warangan, minyak cendana/melati, minyak kelapa murni, kain lap untuk membersihkan tangan, sebuah ember berisi air bersih serta beberapa buah jeruk nipis/jeruk keris.
Setelah kita tahu fungsi, alat dan tempat yang bagus, sekarang kita harus mengerti langkah-langkahnya, diantaranya:
Lepaskan keris dari warangka dan ukirannya
Rendam keris dengan air kelapa hijau semalaman lalu bilas dengan air sampai bersih
Gosok permukaan keris dengan irisan jeruk nipis sampai bersih/puti mengkilap
Cuci keris sampai bersih dengan buah lerak/sabun lerak
Keringkan sampai betul-betul kering dengan menekan-nekan bilah keris dengan kain bersih
Olesi keris dengan cairan warangan menggunakan kuas secara tipis dan merata
Angin-anginkan keris dengan posisi berdiri (gunakan rak) agar pembentukan lapisan senyawa oksida besi-arsenik bisa sempurna
Setelah pengangin-anginan dianggap cukup, bisa lagi keris dengan air mengalir
Keringkan keris
Olesi keris dengan minyak secara tipis dan merata menggunakan kuas
Masukkan kembali pusaka ke warangkanya. Simpanlah di tempat yang kering dan tidak lembab
Nah, itu tadi adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mewarangi keris, mulai dari alat dan bahan, hingga langkah-langkahnya. Gimana, sekarang udah makin tahu kan budaya yang ada di kecamatan Ngrayun? Ayo lestarikan budaya tersebut, dan jangan sampai hilang ditelan jaman.

Senin, 04 Juni 2018

Sebuah Proker untuk Masa Depan

Setelah hampir setengah tahun tidak berkumpul untuk bertukar pikiran. Kemarin, tepatnya tanggal 4 Maret 2018 pengurus dan anggota FAMN berkumpul untuk menghangatkan kembali kebersamaan yang sudah sekian lama menjadi dingin. Hari itu kami sedikit menyempatkan waktu untuk berbagi cerita dan bertukar pikiran. Masih ingatkan kalian dengan bulletin edisi ketiga, tentang mau dibawa kemana FAMN kedepannya, banyak yang menanyakan bagaimana proker kedepan dan juga strukturnya. Masih ingatkah kalian?
Kemarin (4/3) kami sempatkan untuk membahas itu semua. Masih jelas di ingatan saat itu undangan rapat adalah jam 10.00 dan mulainya adalah pukul 13.00, molor berapa jam itu…? Dan lebih parahnya mulai jam sepuluh sampai jam 13.00 orangnya hanya itu saja, tidak ada tambahan satu orangpun.. ya, yang hadir kira-kira hanya 10 orang, jika dibuat prosentase tidak ada 10% dari jumlah semua anggota, tapi syukurlah sedikit orang ini mampu menjawab sedikit permasalahan yang ada pada terbitan sebelumnya.
Pertama kami melakukan evaluasi mengenai kegiatan yang selama ini FAMN lakukan, salah satu tugas terbesarnya adalah legalisasi FAMN yang Alhamdulillah sekarang sudah dilegalkan oleh pihak kecamatan. Kami juga melakukan penambahan pengurus dan juga beberapa proker, diantaranya khotmil quran, peringatan harlah dan juga touring bersama. Namun sayang sampai saat ini proker tersebut belum terealisasi. Tidak lupa kami juga membentuk koor per desa agar memudahkan koordinasi antara anggota FAMN per desa.
Diharapkan proker-proker tersebut bisa terealisasi dan kita sebagai anggota FAMN juga ikut berpartisipasi untuk mewujudkan proker tersebut. Tidak hanya menjadi pengkritik tapi juga pemberi saran, tidak hanya memberi pendapat tapi juga pemberi wujud. Eratkan kebersamaan dan samakan langkah untuk membawa FAMN menjadi lebih baik lagi.
SURGA TERSEMBUNYI DI BAWAH KOKOHNYA SEMAUR

Tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan watu semaur. sebuah batu yang kokoh, berada di desa selur yang seakan-akan menjadi ikon wisata kecamatan ngrayun. Keindahan watu semaur sepertinya sudah tidak diragukan lagi, mulai dari view pemandangannya hingga suasana sunsetnya. Tapi kali ini kita tidak akan membahas watu semaur, karena saya yakin banyak yang sudah tau tentang tempat tersebut. Kali ini saya akan membahas tentang jurug selur. Jurug selur? Dimana itu? Tempat seperti apakah itu? Mungkin itu adalah pertanyaan yang muncul di benak teman-teman. Oke, mari kita bahas sedikit mengenai jurug selur ini.
Berbicara jurug tentunya kita langsung terpikir dengan air terjun. Yap… jurug selur adalah air terjun yang berada di desa selur, tepatnya di bawah semaur. Memang banyak yang belum mengetahui air terjun ini karena tempatnya yang tersembunyi dan akses jalan menuju kesana cukup sulit. Air terjun ini berada di perbatasan gragal dan selur. Untuk menuju ke air terjun ini kita harus menyiapkan bekal dan juga tenaga yang ekstra, karena disekitar air terjun tidak terdapat warung. Jangankan warung, jalannya saja masih setapak karena hanya jalan untuk menuju ladang. Saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai air terjun ini. Seperti yang saya katakana tadi, jalan menuju air terjun ini hanyalah jalan setapak jadi kita harus berhati-hati. Sesampainya di sana kita akan disambut dengan udara segar dan percikan air yang menyegarkan banget. Kalian juga bisa mandi disana, tapi dipinggir aja ya… ada banyak batuan yang cocok banget buat spot foto kalian.
Jika kalian ingin menuju air terjun ini, kalian bisa melewati dua rute. Yang pertama, kalian bisa melewati hutan pinus sebelum watu semaur, dan yang kedua, kalian bisa melewati gragal. Saran saya untuk mengunjungi air terjun tersebut kita melewati gragal saja, karena disana banyak rumah penduduk, sehingga kita bisa menitipkan kendaraan kita di rumah-rumah warga. Satu lagi yang paling penting, jangan lupa gunakan gps. Bukan gps yang ada di android-android itu lho, tapi gunakan penduduk sekitar. Ya kali tempat tersembunyi seperti itu masuk gps, sinyal aja nggak ada. Yap, bertanya dengan penduduk selain membuat kalian lancar sampai tempat tujuan juga melatih skill kalian untuk bersosialisasi.
Oke, buat temen-temen yang seneng traveling atau jelajah alam air terjun ini recommended banget buat kalian. Tapi selalu jaga keselamatan diri dan satu lagi, jangan pergi sendiri, bahaya… kalau nyasar nggak ada yang tau loh. Jika cuaca mulai mendung segera meninggalkan tempat ya,jangan dipaksakan untuk berlama-lama disana.